Minggu, 24 Januari 2010

Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku


Kita adalah pengikut-pengikut Kristus, yang juga disebut sebagai domba-domba peliharaan-Nya. Dia berfirman: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” --- Yohanes 10:27

Sebagai pengikut yang baik, kita harus mendengarkan Dia berbicara, karena kalau tidak mendengarkan maka kita tersesat dan tidak tahu jalan. Terhadap yang mendengarkan firman-Nya Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."--- Lukas 11:28

Kita yang mendengarkan dan melakukan firman-Nya disebut sebagai saudara-saudara-Nya. Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."---Lukas 8:21

Yesus adalah Firman yang jadi manusia dan tinggal di antara kita, berkarya membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis, mati untuk menebus kita semua dan bangkit dari kematian untuk menjadi Tuhan dan Raja kita.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:1-2, 14

Allah Bapa menegaskan bahwa Yesus, adalah Anak yang berkenan dan telah dipilih-Nya, dan kita diminta untuk mendengarkan Dia. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."---Lukas 9:35. Dengan begitu, kita semua harus datang kepada Yesus, dengan berdiam diri mendengarkan Dia bicara kepada kita, lalu menaati perintah-Nya untuk kita lakukan. Datang – dengarkan – taat.

Kita yang datang kepada-Nya, mendengarkan dan taat melakukan firman-Nya, disebut berbahagia dan diumpamakan seperti orang yang mendirikan rumah di atas dasar yang kokoh, sehingga kalau banjir datang rumah itu tidak akan roboh karena dasarnya kokoh. ”Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya -- Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan --, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."---Lukas 6: 47-49

Ketika Roh itu berhubungan dengan manusia, Roh itu memasuki ke dalam setiap pengalaman manusia, setiap pandangannya, setiap yang dia dengar, setiap perkataan, setiap pikiran, perasan yang manusia punyai dalam hidupnya. Roh memakai pengalaman itu untuk penggambaran dari ajaran-Nya, dan Roh itu tahu setiap bahasa manusia. Roh itu berbicara dengan kasih, baik dan mantap, dengan bahasa yang dapat kita mengerti . Oleh sebab itu, kita mesti mendengarkan suara Roh Kudus, Firman Allah, kemudian menaatinya agar rohani kita mendapat kemajuan.

Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!—Yeremia 7:23

Kasihilah Terang yang ada di hati kita itu, -- Yesus adalah Terang dunia, yang menerangi setiap manusia -- yang akan membimbing kita, sehingga kita tidak lagi mencari-cari manusia untuk mendapatkan bimbingan dan pengajaran. Dengan urapan yang kita terima dari pada-Nya, itulah satu-satu Guru yang cukup untuk kita belajar, dengarkan dan taati, kita tidak memerlukan guru dari manusia mana pun. 1 Yohanes 2:27

Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya!—Yesaya 66:5


Marilah kepada-Ku,… Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku – Matius 11: 28-29


Tidak ada komentar:

Posting Komentar