Selasa, 16 Februari 2010

Menjadi satu dengan Bapa!



Yohanes 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Menjadi satu di dalam Allah, tidak berarti bahwa kita menjadi Allah, atau kita lalu menjadi Kristus. Kita tidak mungkin menjadi sama dengan Bapa maupun Kristus, kita menjadi ‘junior’-Nya.

Selama kita di dunia, kita dapat berada di dalam Kristus dan di dalam Bapa, juga Kristus dan Bapa dapat ada di dalam kita, yaitu pikiran Kristus ada di dalam kita. Kita dapat menjadi satu dengan Allah. Kita dapat masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Kita merupakan bagian dari tubuh Kristus, sehingga kebangkitan Kristus dapat ada di dalam kita, dengan kepenuhan Kristus. Kita menjadi anak-anak Allah, dan kita hidup menurut kehendak Bapa. Kita dapat bersekutu dan intim dengan Bapa maupun Kristus selagi kita di dunia ini. Perkataan dan tindakan kita dikuasai oleh Allah. Karena Kristus satu dengan Bapa, kita juga dapat menjadi satu dengan Bapa melalui Kristus. Kalau kita menjadi satu bersama-sama dengan orang-orang lain yang menjadi satu dengan Allah dan merupakan bagian dari tubuh Kristus, maka Gereja Kristus yang benar akan bersatu di bumi ini. Unity terjadi.

Kesatuan ini tidak mungkin terjadi kalau kita tidak berubah menjadi sama dengan Dia, kudus. Untuk terjadi kesatuan atau unity dua harus serupa!

1 Yohanes 3:2-3 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Kita disucikan dengan kuasa Allah yang tidak berhingga itu. Kita sebenarnya tidak layak untuk menerima kesucian itu, tetapi karena Allah begitu mengasihi kita, kita dilayakkan untuk menerimanya.

Dengan segala kerendahan hati, kita harus datang kepada-Nya, minta agar kita dirubah. Ini adalah kehendak Allah dan atas kuasa-Nya untuk merubah kita menjadi serupa dengan Dia! Karena orang yang suci hatinya dapat melihat Allah. Orang yang suci hatinya dapat mengalami melihat Kristus dan Bapa di dalam Kerajaan-Nya!

Yohanes 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Kristus akan datang kembali. Dunia ini tidak melihatnya. Dia datang kembali bersama Bapa. Mereka akan menjadi satu dengan kita – kesatuan. Ini adalah pengalaman pribadi. Ini bukan kebangkitan.

Yohanes 17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

Yesus berkehendak kita ada di dunia ini, tetapi Allah melindungi kita dari pada yang jahat, untuk dikuduskan!

Yohanes 17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Kita secara jasmani masih ada di bumi ini, tetapi kesadaran dan pandangan kita telah dirubah menjadi kita sudah ada di Kerajaan Sorga, dimensi yang lebih tinggi.

Allah itu berada dalam dimensi yang lebih tinggi, Kisah Para Rasul 17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, …: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.

Yohanes 14:18-23 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

2 Korintus 6:16 "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

Adalah pengalaman pribadi, dapat melihat Kristus dan menjadi satu dengan Kristus dan Bapa. Dunia ini tidak dapat melihat Allah. Pengalaman pribadi ini tersembunyi di dalam Kristus Yesus. Sebab itu kita mesti intim dengan Dia. Duduk berdiam diri, mendengarkan Dia bicara pada kita. Biarkan Dia merubah kita menjadi serupa dengan Dia, menurut kuasa-Nya, sehingga Bapa dan Kristus menjadi satu dengan kita!


Foto: Inge Jahja -GBI Rayon 1F

Valentine's Day



Tanggal 14 February adalah Hari Valentine! Hari kasih sayang! Suami-suami atau jejaka yang punya pacar jangan lupa akan hari itu. Tanya pada istri atau pacar, mereka perlu hadiah apa.

Ini adalah cerita asli mengapa hari itu disebut Valentine’s Day. Kurang lebih 250 tahun setelah Yesus lahir di Bethlehem, ada pendeta yang bernama Valentine. Dia tinggal di Roma. Saat itu Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Claudius, yang berambisi membuat angkatan perang yang kuat. Kaisar Claudius memerintahkan orang laki-laki untuk secara sukarela bekerja jadi tentara. Karena disuruh memilih, orang-orang muda menolak jadi sukarelawan tentara. Mereka lebih suka tinggal di rumah, beserta keluarga atau istrinya, dari pada mesti berperang.

Claudius kemudian mengeluarkan dekrit kerajaan yang melarang semua perkawinan. Dia benar-benar melarang perkawinan di kekaisaran Romawi, sehingga dia dijuluki sebagai Claudius Si Kejam.

Pendeta Valentine berpikir dekrit itu tidak manusiawi! Salah satu sukacita dalam pelayannya adalah menikahkan pasangan di gereja. Setelah Kaisar Claudius mengeluarkan dekrit itu, secara diam-diam dan rahasia Valentine tetap melakukan upacara pernikahan di gerejanya. Khotbahnya dilakukan dengan berbisik-bisik, sambil mendengarkan langkah-langkah perajurit yang ada di luar gerejanya yang mungkin mau menangkapnya.

Pada suatu malam, Valentine mendengar langkah perajurit di luar pintu gereja. Pasangan yang sedang dinikahkannya dapat melarikan diri, tetapi pendeta Valentine ditangkap. Dia dimasukkan ke penjara dan dihukum mati. Valentine mencoba untuk tetap bersukacita. Banyak pasangan yang sudah dinikahkannya mengunjungi dia di penjara. Mereka melemparkan bunga dan catatan pada notes, dan dilemparkan ke jendela penjaranya. Mereka ingin agar Valentine tahu bahwa mereka percaya akan hari kasih sayang juga.

Pada suatu hari, anak perempuannya mengunjungi di penjaranya. Anaknya mengunjungi selnya, ayah dan anak bercakap-cakap dan duduk lama di sel penjara. Anaknya percaya bahwa sang ayah melakukan yang benar, dengan tetap melangsungkan pernikahan pasangan-pasangan muda, dengan mengabaikan dekrit kerajaan itu. Valentine kemudian dieksekusi hukuman mati, dia menulis pada anaknya, mengucap terima kasih atas perhatiannya. Dia tanda tangani surat itu dengan kata-kata: “Love from your Valentine.” Dan kata-kata itu menjadi kebiasaan sampai sekarang dituliskan pada saat orang saling menulis surat pada temannya pada Hari Valentine.

Hal itu ditulisnya pada hari dia meninggal, 14 Februari th 269 – hari di mana kita menghormati seorang yang mengasihi Allah dan mengasihi kasih sayang sesama manusia. Sekarang pada setiap tanggal 14 Februari, orang mengingat Saint Valentine, dan hal yang terpenting, mereka memikirkan kasih sayang!

Setiap orang senang akan kasih sayang! Kita ingin dikasihi dan memberikan kasih kita pada orang lain. Problemnya: kasih sayang kita sangat kurang, seperti kita juga banyak kekurangannya. Sering kasih sayang kita itu bersyarat.

Karena kita tidak tinggal dalam kasih Yesus, maka kasih kita itu bersyarat, mestinya kasih kita itu tidak bersyarat (unconditional love).

Yohanes 15:9-10, 12 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.… Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Banyak yang dikatakan Yesus tentang kasih, termasuk pada malam terakhir berkumpul dengan murid-murid-Nya. Kasih berarti sekali untuk Yesus. Kasih yang telah kita terima itu harus disalurkan kepada orang lain dengan jalan mengasihi mereka! Karena kita sudah menerima kasih itu dari Tuhan terlebih dahulu.

Yesus tahu bahwa Dia akan segera meninggalkan dunia ini. Dia ingin menunjukkan pada murid-murid-Nya bahwa Dia sangat mengasihi mereka. Yesus sangat mengasihi kita juga!

Dengan menerima kasih Yesus dan hidup dalam kasih-Nya setiap hari, adalah awal dari pemulihan kita. Kita minta Tuhan juga untuk memulihkan kasih kita pada sesama kita.

Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Kita harus datang mendekat pada Yesus, intim dengan Yesus, agar kasih kita dipulihkan dan kasih-Nya mengalir melalui kita pada sesama kita. Hanya kasih-Nya yang sempurna! Ayat 13 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”

Foto: Anita Saragih - GBI Rayon 1D

Kamis, 11 Februari 2010

Pengantin perempuan Kristus!


Ada berbagai simbul di dalam Alkitab yang melambangkan Gereja. Diantaranya adalah Gereja sebagai pengantin perempuan Kristus yang tidak bercacat cela, yang kudus dan yang gilang gemilang!

Wahyu 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Banyak orang yang tidak mengerti tentang konsep bahwa Gereja sebagai pengantin perempuan Kristus.

Konsep perkawinan antara Allah dan umat-Nya tidak hanya ada di dalam Perjanjian Baru saja, tetapi sejak di Perjanjian Lama juga sudah ada.

Yesaya 54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya;

Hosea 2:19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.

Yesus sendiri bicara tentang diri-Nya sebagai mempelai laki-laki, waktu ditanya mengapa murid-murid-Nya tidak berpuasa sedang murid Yohanes Pembaptis dan murid orang Farisi berpuasa?

Markus 2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.”

Paulus mengatakan bahwa umat Tuhan telah dipertunangkan, yang jadi mempelai perempuan yang akan dikawinkan dengan mempelai laki-laki yaitu Kristus.

2 Korintus 11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Pada akhirnya mempelai perempuan itu akan kawin dengan Yesus.

Wahyu 19:6-8 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Umat-Nya dilambangkan sebagai mempelai perempuan, apakah dia laki-laki atau perempuan. Jangan bingung, karena laki-laki dan perempuan itu hanya menurut perspektif dunia, sedang dalam hubungan dengan Kristus posisi gender itu tidak penting!

Galatia 3:26-28 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah [sons of God] karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

Gereja – umat-Nya - pengantin perempuan dipanggil untuk menjadi seperti Yesus Kristus!

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Kita adalah calon mempelai perempuan, yang dipanggil untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Kita harus intim dengan Dia. Dengarkan Dia, turuti perintah-Nya.

Di Taman Eden, Allah menciptakan mempelai perempuan untuk Adam, pengantin perempuan itu sepadan dengan Adam, menjadi penolong baginya. Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Alkitab melukiskan sesuatu yang paralel dan kontras juga antara Adam dan Yesus.

Dalam 1 Korintus 15:45-49 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Kita semua harus yakin, bahwa seperti Allah sudah menyiapkan mempelai perempuan yang sepadan untuk Adam yang pertama, begitu pula Allah akan menyiapkan mempelai perempuan yang sesuai untuk Yesus, sebagai Adam yang terakhir.

Foto: Jane Mantiri - GBI Rayon 1D


Senin, 08 Februari 2010

Janganlah kamu serupa dengan dunia ini.


Kita harus menghargai waktu. Waktu kita dihabiskan untuk apa dalam hidup ini.
Selama kita masih mementingkan diri sendiri, kita tidak dapat dikuasai dan dibimbing oleh Tuhan dan Raja kita. Oleh karena itu, kalau kita ingin Yesus menjadi Tuhan dan Raja kita, kita harus mematikan sifat mementingkan diri sendiri serta dosa-dosa kita dengan pertobatan dan kekudusan. Tuhan Yesus memimpin kita ke luar dari dunia, langkah demi langkah, menunjukkan kepada kita apa yang harus kita buang dan mengajar kita bagaimana kita hidup. Hasil akhirnya adalah kekudusan.

Banyak orang berpikir untuk hidup dekat dengan Tuhan, mereka harus bertapa, hidup menyediri di gua bila mungkin, untuk mengkhususkan dirinya buat Tuhan. Sebaliknya tindakan yang demikian justru menghancurkan kemajuan rohani kita. Untuk ke luar dari dunia, kita harus mengatasi semua godaan atau pencobaan dunia ini. Untuk mengatasi pencobaan dan memastikan pertumbuhan rohani kita, Alkitab menuliskan: "Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah".-- 1 Korintus 7:20


"Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan." -- Efesus 4:28


Alkitab menuliskan untuk kita menjauh dari dunia. Kita ada di dunia tetapi kita tidak dari dunia ini.


“Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.” – 1Kor. 7:31


Salib Kristus itu sudah menang atas dunia, dan membimbing kehidupan ini pada kekudusan. Bagi mereka yang memikul salibnya, mereka menerima kuasa Kristus untuk menolak kejahatan dan melakukan yang baik di mata Allah. Mereka dirubah untuk membenci dunia serta mengasihi yang rohani.

Mereka dibimbing untuk tidak cepat marah, serta mengasihi yang menyakiti mereka.


Kita semua perlu diajar oleh Roh Kudus. ”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.” – Yoh. 16:13-14


“Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.” – 1 Yoh. 2:20


“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” – 1 Yoh. 2:27


Dengan demikian yang kita perlu lakukan adalah terus mendengarkan suara Guru Agung kita. Duduk di kaki Tuhan Yesus seperti Maria mendengarkan firman-Nya untuk semua orang yang ingin janji-janji yang tertulis dalam ALkitab digenapi dalam hidupnya.


Berdiam diri, mendengarkan suara Tuhan yang mengajar kepada kita itu pergumulan yang harus kita jalankan. Daging tidak mau berdiam diri, maunya sibuk, mengerjakan ini atau itu, tapi ternyata seperti Maria kita harus memilih yang terbaik untuk hidup kita. Orang dunia menganggap itu buang-buang waktu, karena mereka memakai waktu mereka untuk memuaskan kedagingan mereka. Orang Kristen di akhir zaman ini banyak sekali waktunya dihabiskan untuk nonton TV, apa itu berita, sport atau sinetron. Tidak ada waktu untuk berdiam diri, mendengarkan suara Tuhan. Kita harus keluar dari dunia, dan bersekutu dengan Roh Kudus, Tuhan dan Bapa kita.


Duduk diam, bergumul dengan pikiran kita untuk mendengarkan adalah salib yang harus kita pikul, melawan kemauan insani kita – menolak kemauan daging kita dan menyerah kepada kehendak-Mu yang jadi – ini adalah salib penyangkalan diri yang harus kita pikul. Dengan melakukan hal itu kita mengikut Yesus.


Ada tiga sumber kuasa Allah yang dilepaskan untuk merubah kita:

pengharapan yang benar dari Injil

pikul salib dari penyangkalan diri

kuasa nama Yesus


Selagi kita duduk berdiam diri menunggu dan berharap kepada Tuhan, pikirkan terus nama Yesus. Tidak ada cara lain untuk belajar dari Roh Kudus, kecuali dengan berdiam diri, dengarkan, dan taat. Orang dunia tidak tahu cara ini. Sebab itu Alkitab berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” – Roma 12:2


Gambar: Dubai Lagoon


Kamis, 04 Februari 2010

Rahasia intim dengan Tuhan



Yohanes 13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya [leaning on Jesus’s bosom], di sebelah kanan-Nya.


Peristiwa ini terjadi waktu perjamuan makan terakhir, di mana Yohanes duduk di samping Tuhan Yesus dan bersandar di dada-Nya. Alangkah intimnya salah satu murid dengan Gurunya.


Tuhan Yesus itu sangat mengasihi kita, Dia ingin berhubungan intim dengan kita.


Pada perjamuan makan itu Yesus memberitahu pada murid-murid-Nya, bahwa salah seorang dari padanya akan mengkhianati Dia. Mereka semua terkejut dan bertanya-tanya siapa gerangan yang akan mengkhianati Sang Guru itu. Petrus memberi isyarat kepada Yohanes, agar dia tanya Tuhan dan Yohanes bertanya kepada Tuhan Yesus. Di sini kelihatan hubungan yang paling intim dengan Tuhan Yesus itu Yohanes. Yohanes juga dikatakan sebagai murid yang dikasihi-Nya. Saat itu Yohanes duduk menyandarkan dirinya pada dada Tuhan Yesus! Alangkah intimnya!


Rahasia keintiman dengan Tuhan Yesus, ada tiga kunci:

  1. Tuhan mengasihi
  2. Bersandar pada Tuhan
  3. Tanya langsung kepada Tuhan


(1) Tuhan sangat mengasihi kita, itu jangan kita sangsikan.


Yohanes 14:21 ”Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."


Kalau kita melakukan perintah-Nya, kita berarti mengasihi Tuhan, dan Bapa dan Yesus akan mengasihi kita, selanjutnya Bapa dan Tuhan Yesus akan tinggal bersama kita. Kasih Tuhan itu kekal, Tuhan akan menyertai kita sampai akhir zaman. Tuhan telah menebus kita dengan darah-Nya, Dia mengorbankan hidup-Nya untuk kita, agar perbuatan-perbuatan Iblis itu dibinasakan [1 Yoh. 3:8].


(2) Bersandar kepada Tuhan.


Yohanes secara fisik bersandar di dada Tuhan, ini menunjukkan kepada kita bahwa Yohanes adalah murid yang paling intim dengan Tuhan, dibanding dengan murid-murid yang lain. Waktu Tuhan Yesus di kayu salib, Tuhan berkata kepada ibunya :


Yohanes 19:26-27 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.


Tuhan Yesus mempercayakan kepada Yohanes, ibu-Nya yang ditinggalkan-Nya itu. Itulah tanda bahwa Yesus punya hubungan intim dengan Yohanes.


(3) Mendengar langsung dari Tuhan.


Waktu murid-murid mendengar bahwa salah seorang diantara murid-Nya akan mengkhianati Dia, Petrus tidak bertanya kepada Yesus, tapi yang bertanya langsung kepada Yesus itu Yohanes.


Begitu pula kita sekarang, kalau ada persoalan apa pun juga, kita langsung minta Tuhan Yesus menolong kita! Jangan cari pertolongan dari yang lain. Kalau kita tidak tahu, tanya langsung kepada Tuhan Yesus jangan kepada yang lain. Ini namanya kita beriman kepada Yesus! Kita bina hubungan intim kita dengan Tuhan, dengan mempercayakan sepenuhnya hidup kita kepada Tuhan. Kita harus bergantung 100% kepada Tuhan Yesus!


Kita belajar mendengar langsung dari Tuhan. Karena Dia ingin mengajar kita, ingin menasehati kita serta ingin menunjukkan jalan yang harus kita tempuh, dan mata-Nya tertuju kepada kita (Mazmur 32:8).


Untuk mendengar langsung dari Tuhan Yesus, kita belajar berdiam diri, duduk di kaki Tuhan seperti Maria, tidak sibuk seperti Marta. Tapi duduk di kaki Tuhan berdiam diri, dan mendengarkan Tuhan bicara. Kemudian turuti perintah-Nya. Dengan begini berarti kita intim dengan Tuhan!

Selasa, 02 Februari 2010

Hanya ada Satu Nama!



Kisah 4:12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Nama Yesus! Nama yang sering disalah mengerti. Nama yang sering orang pakai untuk menyumpah. Nama yang dipakai kalau orang marah-marah. Nama yang mendatangkan kasih di dalam hati kepada orang yang menyebutnya. Dan nama yang dapat menyelamatkan kita!

Telah lebih dari 2,000 tahun nama Yesus merubah manusia. Yang tadinya peminum jadi berubah, tidak minum minuman keras lagi. Pelacur - bertobat, yang biasa berbohong sekarang mengatakan kebenaran, yang biasa membenci jadi penyayang, mulut yang biasa mengutuk dirubah jadi memberkati, nama itu telah menyelamatkan jiwa-jiwa dari neraka!

Setiap agama mempunyai nama pimpinannya masing-masing. Dan pemimpin agamanya semua berakhir sama, mereka mati!

Tetapi kita dapat berkata: “Aku melayani Juruselamat yang telah bangkit dari kematian.” Juruselamat yang bangkit dari kematian itu Jesus, itulah sebabnya Yesus adalah satu-satunya Nama!

Filipi 2:10
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.

Tidak seorang pun dapat menghindari nama itu, baik yang di langit atau di atas bumi dan di bawah bumi.

Nama Yesus itu nama yang kudus.
Di dalam nama itu malaikat-malaikat menundukkan diri mereka, setan-setan gemetar ketakutan dan Iblis lari.

Nama Yesus nama yang membuka sorga!

Roma 10:13
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.


Nama yang menyelamatkan, itu nama yang harus dihormati, apalagi itu nama Allah Yang Mahakuasa!

Mazmur 8:2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

Mazmur 25:11 25:11 Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.

Mazmur 111:9 … nama-Nya kudus dan dahsyat.


Alkitab menuliskan bahwa nama yang baik itu lebih berharga dari pada harta yang banyak.

Apa yang ada dalam pikiran kita, kalau kita mendengar nama Allah? Alkitab menuliskan lebih dari 300 nama Allah. Itu disebabkan karena tidak mungkin merangkum semua karakter Allah dalam satu nama.

Kejadian 22—Jehovah Jireh: Tuhan yang menyediakan
Yehezkiel 48—Jehovah Shammah: Tuhan ada di situ
Yeremia 23—Jehovah Sidon: Tuhan kebenaranku
Keluaran 6—El Shaddai: Tuhan yang mencukupi
Keluaran 15—Jehovah Rapha: Tuhan penyembuhku
Keluaran 17—Jehovah Nissi: Tuhan panji kemenanganku
Hakim 6—Jehovah Shalom: Tuhan damai sejahteraku
Kejadian 14—Jehovah Elim: Tuhan Allah Maha Tinggi
Matius 1—Yesus...ada sesuatu dalam nama itu!

Yesus adalah kebenaran, kasih, kasih karunia yang berkemenangan, jalan, kehidupan, wujud Allah! Nama yang menyegarkan telinga dan menyembuhkan jiwa!

”Kristus” itu nama mesias-Nya. Dia itu Kristus, pengikutnya disebut sebagai orang Kristen.

Nama Yesus adalah Nama di atas segala nama!

Filipi 2:9-11 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Ibrani 1:3-4 Ia [Yesus] adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.