
Akiane dilahirkan pada tgl. 9 Juli 1994 di Mount Morris, Illinois. Ibunya seorang Lithuania dan ayahnya seorang Amerika, seorang Manager Jurumasak & Makanan, bernama Marcus Kramarik.
Tinggal
Akiane itu anak ‘prodigy’ yang berarti "anak yang memiliki kemampuan sama dengan orang dewasa yang terlatih pada umur yang masih sangat muda, yaitu di bawah 13 tahun"
Salah satu anak yang diberkati Tuhan dengan talenta luar biasa dalam seni melukis dan puisi, salah satunya ini adalah Akiane Kramarik di mana dia belajar menggambar sendiri pada umur 4 tahun, belajar melukis sendiri pada umur 6 tahun dan telah menghasilkan lukisan dengan kualitas luar biasa pada umur 7 tahun.
Dan yang lebih luar biasa, dia mengenal Tuhan Yesus tidak dari siapapun tetapi Tuhan yang menemui dia sejak 3 tahun dan mengajarinya menggambar dan melukis hingga mamanya yang ateis pun percaya pada Tuhan.
Akiane mengakui sebenarnya dia tidak sepenuhnya belajar sendiri tetapi mendapat bantuan dari Tuhan, dia berkata tentang Tuhan: "Seorang pria yang saya tidak pernah tahu sampai saya berumur 4 tahun dan mendapat penglihatan dari Dia saat tidur. Dia menunjukkan semua galaksi yang indah dan tempat-tempat lain. Saya bertanya pada-Nya siapa Dia dan Dia berkata bahwa saya sudah tahu, tetapi jangan memberitahukan orang lain. Saya tidak memberitahukan siapapun sampai 1 minggu kemudian, tetapi setelah itu saya harus memberitahu mama saya!". Dia mengaku bahwa sebenarnya dia sudah bertemu Tuhan sejak 3 tahun tetapi dia belum mengerti sampai umur 4 tahun.
Mama Akiane sebenarnya tidak tahu apa yang dikatakan anaknya, tetapi bagaimana Akiane begitu yakin dia sudah bertemu dengan Tuhan, sedangkan dia adalah ateis? Tuhan sama sekali tidak pernah dibicarakan dalam rumahnya. Tetapi Akiane kemudian berkata tentang "sesuatu yang hangat, kekuatan yang indah, keberadaan yang sangat luar biasa" yang telah dia lihat, sehingga mamanya mulai menganggapi dengan serius. Akhirnya, setelah beberapa waktu, mamanya menjadi Kristen bersama seluruh keluarganya. Ini merupakan hasil dari kekuatan Akiane yang dapat digambarkan, melalui karya seni dan puisinya di mana dia dapat memperlihatkan Tuhan melalui gambar-gambarnya dan tulisannya. Orang akan dapat memulai untuk melihat Tuhan melalui karyanya. Dia selalu berdoa pada tiap pagi sebelum memulai melukis dan juga membaca Alkitab tiap hari, dia hidup intim dengan Tuhan.
Akiane terus belajar sehingga kemampuan melukisnya meningkat terus dan pada umur 7 dia telah berhasil melukis dengan sempurna dan kemudian Akiane melukis wajah Tuhan Yesus pada umur 8 tahun, lukisan itu dia beri judul "Prince of Peace."
Alasan melukis Yesus pada umur 8 tahun:
"Adalah waktu Tuhan, saya sudah mencari model untuk Tuhan Yesus selama 2 tahun dan saya tidak dapat menemukan wajah yang cocok. Hingga satu hari saya meminta keluargaku untuk berdoa dengan saya tiap hari. Kita meminta kepada Tuhan untuk mengirimkan model itu datang ke depan pintu rumah kami. Hari berikutnya seorang tukang kayu yang bertubuh tinggi datang. Dia sangat rendah hati, dan saya terkejut karena dia setuju menjadi model bagiku. Tetapi seminggu kemudian dia menelpon balik dan berkata bahwa dia tidak layak untuk menjadi model dan wakil dari Tuannya.
Kami berdoa lagi dan beberapa hari kemudian dia menelpon balik dan memberitahukan bahwa Tuhan ingin dia untuk melakukan hal itu, tetapi dia harus memotong rambut dan janggutnya dalam tiga hari. Lalu kami mengambil beberapa foto dan saya mempelajari wajahnya untuk waktu yang lama. Setelah berlusin-lusin sketsa, saya memulai melukis. Ini membutuhkan waktu 40 jam untuk menyelesaikan lukisan Yesus - 'Raja Damai', dan saya ingat pada saat itu saya kehilangan 4 gigi saya"
Akiane dapat berbicara dalam 4 bahasa yaitu Lithuania, Rusia, Inggris dan bahasa isyarat.
Pada umur 4 tahun dia mengalami transformasi spiritual dan membawa keluarganya kepada Tuhan. Pada umur 7 tahun dia mulai menulis puisi dan aphorisme Puisi-puisinya seringkali datang dari hasil angan-angannya. Inspirasi dari karya seni dan literaturnya datang dari penglihatan (vision), mimpi dan pengamatan kepada manusia, alam dan Tuhan. Dia melukis dari imajinasi, materi referensi dan model. Stylenya: Akianism - gabungan universal dari realisme dan imaginisme. Dia ingin orang lain menemukan harapan pada lukisan-lukisannya. Dia memiliki tujuan yang sama untuk lukisannya: menjadi inspirasi untuk orang lain dan untuk menjadi hadiah untuk Tuhan. Media favorit: acrylic untuk gambar orang seluruhnya dan cat minyak untuk lukisan potret berukuran besar. Dia bangun pada pukul 4 pagi 5-6 hari seminggu untuk bersiap melukis di studio dan menulis, bekerja kurang lebih 4-5 jam tiap hari. Seringkali bekerja lebih dari 100-200 jam pada satu lukisan saja, menghasilkan 8 sampai 20 lukisan setahun. Biasa melakukan sketsa sebelum melukis. Bekerja pada satu lukisan saja dalam satu waktu. Subjek favorit: Manusia dan subjek spiritual. Keinginannya yang terbesar: "semua orang mengasihi Tuhan dan satu sama lain" Tujuan hidup: membagikan kasih kepada Tuhan dan pada semua orang di dunia.
Dari Akiane, kita bisa belajar bahwa Tuhan itu dekat dengan kita dan Tuhan Yesus telah menyatakan kasih dan kuasa-Nya atas manusia melalui diri seorang anak luar biasa ini yang sangat mengasihi Tuhannya. Tuhan itu nyata! Tuhan telah menciptakan galaksi, bumi, manusia dan sorga yang begitu luar biasa di mana Dia ingin kita hidup dalam kasih-Nya dan hidup intim dengan Dia. Tuhan itu nyata dan Tuhan Yesus bukanlah manusia biasa, dia adalah Tuhan bagi Akiane dan Tuhan bagi setiap manusia. Tuhan Yesus adalah wujud Allah yang mengasihi kita, apabila Anda belum mengenal Tuhan Yesus dan belum menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar