Senin, 17 Mei 2010

Hidup dalam Roh


Roma 8:9 Kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.


Kalau aku harus hidup di dalam Roh, di manakah roh ku? Aku yang menurut pelajaran yang telah kuterima, terdiri dari tubuh, jiwa dan roh – menjadi pertanyaan bagiku di mana roh ku berada? Aku tahu kalau Allah itu Roh, Mahahadir, Mahatahu dan Mahakuasa! Pertanyaan lain lagi bagiku, apakah Roh itu dapat dibagi-bagi jadi kecil-kecil? Kapada semua manusia? Dari mana datangnya roh kepada manusia? Aku punya roh yang mestinya tidak terpisah dari Allah, karena aku adalah gambar dan rupa Allah, seperti yang dituliskan dalam Kejadian 1:26. Apakah roh ku tinggal di dalam tubuhku?


Roma 8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.


Kalau roh ku tinggal di dalam tubuhku, maka aku menjadi punya roh kecil, karena banyak orang lain yang punya roh-roh juga. Dan kalau roh ku tinggal dalam daging, maka roh ku tunduk dengan keinginan daging yang terbatas ini, yang kenal dosa, penyakit dan maut. Bagaimana aku jadi gambar dan rupa Allah, kalau begitu? Roh ku harus di luar dagingku, di luar tubuhku dan menguasai tubuhku untuk bisa jadi gambar dan rupa Allah.


Roh Allah itu tidak dapat dibagi-bagi, menjadi bagian yang kecil-kecil kepada manusia. Roma 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.


Aku harus menyadari bahwa roh ku itu Roh Allah yang memimpin aku, aku bersatu dengan Allah karena aku itu gambar dan rupa Allah.Seperti Tuhan Yesus! Dia itu gambar Allah yang tidak kelihatan. Dia dan Bapa satu adanya. Roh Yesus dan Roh Bapa itu satu adanya. Roh Yesus yang waktu itu berkarya di muka bumi, tetap satu dengan Roh Bapa, Roh Allah yang Mahahadir, Mahatahu dan Mahakuasa itu. Allah itu tidak di dalam manusia tetapi direfleksikan atau dicerminkan dalam manusia.


Roh dan jiwaku itu tidak jasmaniah. Kalau orang-orang di sekitar kita bilang: “aku ada dalam tubuhku” maka aku “terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.” 2 Korintus 5:8


Apakah Allah yang dinyatakan oleh Yesus itu Allah yang punya tubuh jasmaniah? Pasti tidak, karena Allah yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus itu Roh adanya. Kalau Allah yang Mahahadir itu punya tubuh jasmaniah, Dia jadi terbatas dan tidak dapat mahahadir.


Manusia-ku yang lama, tidak senang kalau aku bicara tentang ke aku anku yang sebenarnya. Karena manusia lama suka kalau aku tinggal dalam tubuh dan melakukan perbuatan-perbuatan daging dalam hidup ini. Allah yang mendandani bunga bakung di ladang itu, pasti peduli kepada tubuhku ini asal saja aku tidak mencampuri-Nya dengan hukum-hukum jasmani yang dapat dilihat dengan panca inderaku atau konsep-konsep manusia. Kalau aku mencampuri-Nya dengan konsep manusiaku, maka keharmonisan yang abadi itu akan tetap tinggal tersembunyi dan aku tidak menikmatinya.Aku harus terus berpikir bahwa Allah itu Esa dan baik adanya, semua yang diciptakan-Nya baik adanya. [Kejadian 1:31]. Aku mencerminkan kebaikan-Nya itu. Rohku harus memerintahi tubuhku, untuk mencerminkan pemerintahan Allah dalam hidupku.


Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.


Aku harus tidak sama dengan orang-orang dunia dalam cara berpikir dan bertindak. Orang-orang dunia berpikir mereka hidup di dalam tubuhnya, aku harus berubah, tidak seperti mereka, tetapi jadi gambar dan rupa Allah seperti yang Alkitab beritakan. Hanya orang yang suci hatinya dapat melihat Allah.


Kalau aku mau intim dengan Tuhan, mau hidupku dipulihkan dan berkelimpahan, aku harus hidup di dalam Roh. Roh Kudus memerintahi hidupku, rohanikan pikiranku dan jangan hidup dalam daging.


See also http://restorationabundance.page4.me

And http://pemulihankelimpahan.blogspot.com

Kamis, 13 Mei 2010

Di manakah ke‘aku’anku yang sejati?


Alkitab menuliskan dalam Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.”


Aku telah dijadikan oleh Allah sebagai gambar dan rupa Allah. Bagaimanakah aku dapat memahaminya. Aku hanya dapat memahami gambar yang sebenarnya dari Alkitab juga.


Kolose 1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,


Gambar Allah yang dapat kita pahami dan kita pelajari adalah Yesus! Dia adalah yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. Aku harus belajar dari Yesus, untuk menjadi gambar dan rupa Allah. Aku yang sudah menerima dia sebagai Tuhan dan Juruselamatku wajib hidup sama seperti Dia telah hidup.


1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.


Yesus sewaktu Dia berkarya di bumi ini, Dia menghapuskan dosa, menghilangkan penyakit dan menang atas maut. Dia bisa melipatgandakan roti dan ikan untuk memberi makan lima ribu orang laki-laki tidak termasuk perempuan dan anak-anak, dengan sisa duabelas bakul. Dia berjalan di atas air, menenangkan badai dan ombak yang bergelora. Dia berkuasa atas segalanya. Dia adalah gambar dan rupa Allah yang kelihatan kepada manusia dua ribu tahun yang lalu,untuk memberikan teladan kepada manusia bagaimana menjadi gambar Allah yang sebenarnya. Yesus hidup selamanya. Dia juga tidak berubah, dulu, sekarang dan selamanya. Gambar Allah itu serupa dengan Allah, mencerminkan Allah.


Kalau begitu di manakah ke’aku’an ku yang sejati? Kalau ke ‘aku’an ku yang sejati tinggal di dalam tubuhku yang fana, maka aku bukan gambar dan rupa Allah, seperti Yesus. Karena tubuh yang fana ini penuh dosa, penyakit dan tunduk kepada maut. Tidak mampu berbuat apa-apa, apalagi memindahkan gunung!


Galatia 2:20 aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.


Paulus berkata aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku. Kalau Kristus yang hidup di dalam aku, mungkinkah Dia hidup di dalam tubuhku, yang kenal dosa, panyakit dan maut? Yesus telah kalahkan itu semua. Jadi ke’aku’ an ku yang sejati ada di mana? Ke’aku’an ku yang sejati mesti wujudnya roh karena Allah itu Roh adanya. Roh dan tubuh itu bertentangan satu dengan yang lain. Aku tidak dapat menjadi gambar Allah kalau aku diam dalam tubuh, aku harus ada di luar tubuh dan menguasai tubuh ini untuk memuliakan Allah. Karena kalau aku tidak menguasai tubuhku, maka aku hanya menuruti keinginan daging saja, dan perbuatan daging itu semua dosa adanya..


Ke’aku’an ku yang di luar tubuh ini, tidak di dukung oleh panca inderaku. Ini adalah pergumulanku yang terus menerus. Aku juga harus dapat melihat dengan pandangan rohaniku tentang diriku sendiri dan orang lain. Aku juga harus melihat orang lain sebagai gambar Allah, yang hidupnya di luar tubuhnya, yang sempurna dan serupa dengan Allah.


Pada waktu Tuhan Yesus melihat orang yang buta sejak lahirnya, dan murid-Nya bertanya kepada-Nya, siapakah yang berdosa orang ini atau orang tuanya? Dia berkata bukan orang itu atau orang tuanya tetapi biar kemuliaan Allah dinyatakan kepadanya. Tuhan Yesus meihat orang itu sempurna, sedang murid-murid-Nya melihat dia sebagi orang buta sejak lahirnya.


Tuhan Yesus juga tidak pernah melihat kekurangan, Dia merubah air jadi anggur ketika di pesta perkawinan yang tuan rumahnya kehabisan anggur. Dia selalu melihat Allah yang baik, Allah yang selalu mencukupi kebutuhan manusia, Allah yang tidak pernah menyebabkan manusia itu berdosa, sakit dan mati.


Kalau ke’aku’anku di luar tubuhku, dan menguasai tubuhku untuk memuliakan Allah, maka kesadaran dan pikiranku harus berpikir benar dan sadar akan ke ‘aku’anku. Biarlah Kristus atau Roh Kudus yang memerintahi diriku, yang ada di luar tubuh ini.

Aku ingin intim dengan Tuhan, ingin hidupku dipulihkan dan berkelimpahan. Aku berjuang dalam garis ini. Kalau anda yang membaca artikel ini berpendapat lain tentang hidup ini, janganlah marah sama aku. Aku mengasihi anda semua, karena anda adalah gambar dan rupa Allah seperti aku juga.


Tuhan Yesus memberkati anda semua!


See also: http://restorationabundance.page4.me

Or: http://pemulihankelimpahan.blogspot.com


Foto diri dg gambar Tuhan Yesus by Irwan

Selasa, 16 Februari 2010

Menjadi satu dengan Bapa!



Yohanes 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Menjadi satu di dalam Allah, tidak berarti bahwa kita menjadi Allah, atau kita lalu menjadi Kristus. Kita tidak mungkin menjadi sama dengan Bapa maupun Kristus, kita menjadi ‘junior’-Nya.

Selama kita di dunia, kita dapat berada di dalam Kristus dan di dalam Bapa, juga Kristus dan Bapa dapat ada di dalam kita, yaitu pikiran Kristus ada di dalam kita. Kita dapat menjadi satu dengan Allah. Kita dapat masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Kita merupakan bagian dari tubuh Kristus, sehingga kebangkitan Kristus dapat ada di dalam kita, dengan kepenuhan Kristus. Kita menjadi anak-anak Allah, dan kita hidup menurut kehendak Bapa. Kita dapat bersekutu dan intim dengan Bapa maupun Kristus selagi kita di dunia ini. Perkataan dan tindakan kita dikuasai oleh Allah. Karena Kristus satu dengan Bapa, kita juga dapat menjadi satu dengan Bapa melalui Kristus. Kalau kita menjadi satu bersama-sama dengan orang-orang lain yang menjadi satu dengan Allah dan merupakan bagian dari tubuh Kristus, maka Gereja Kristus yang benar akan bersatu di bumi ini. Unity terjadi.

Kesatuan ini tidak mungkin terjadi kalau kita tidak berubah menjadi sama dengan Dia, kudus. Untuk terjadi kesatuan atau unity dua harus serupa!

1 Yohanes 3:2-3 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Kita disucikan dengan kuasa Allah yang tidak berhingga itu. Kita sebenarnya tidak layak untuk menerima kesucian itu, tetapi karena Allah begitu mengasihi kita, kita dilayakkan untuk menerimanya.

Dengan segala kerendahan hati, kita harus datang kepada-Nya, minta agar kita dirubah. Ini adalah kehendak Allah dan atas kuasa-Nya untuk merubah kita menjadi serupa dengan Dia! Karena orang yang suci hatinya dapat melihat Allah. Orang yang suci hatinya dapat mengalami melihat Kristus dan Bapa di dalam Kerajaan-Nya!

Yohanes 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Kristus akan datang kembali. Dunia ini tidak melihatnya. Dia datang kembali bersama Bapa. Mereka akan menjadi satu dengan kita – kesatuan. Ini adalah pengalaman pribadi. Ini bukan kebangkitan.

Yohanes 17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

Yesus berkehendak kita ada di dunia ini, tetapi Allah melindungi kita dari pada yang jahat, untuk dikuduskan!

Yohanes 17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Kita secara jasmani masih ada di bumi ini, tetapi kesadaran dan pandangan kita telah dirubah menjadi kita sudah ada di Kerajaan Sorga, dimensi yang lebih tinggi.

Allah itu berada dalam dimensi yang lebih tinggi, Kisah Para Rasul 17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, …: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.

Yohanes 14:18-23 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

2 Korintus 6:16 "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

Adalah pengalaman pribadi, dapat melihat Kristus dan menjadi satu dengan Kristus dan Bapa. Dunia ini tidak dapat melihat Allah. Pengalaman pribadi ini tersembunyi di dalam Kristus Yesus. Sebab itu kita mesti intim dengan Dia. Duduk berdiam diri, mendengarkan Dia bicara pada kita. Biarkan Dia merubah kita menjadi serupa dengan Dia, menurut kuasa-Nya, sehingga Bapa dan Kristus menjadi satu dengan kita!


Foto: Inge Jahja -GBI Rayon 1F

Valentine's Day



Tanggal 14 February adalah Hari Valentine! Hari kasih sayang! Suami-suami atau jejaka yang punya pacar jangan lupa akan hari itu. Tanya pada istri atau pacar, mereka perlu hadiah apa.

Ini adalah cerita asli mengapa hari itu disebut Valentine’s Day. Kurang lebih 250 tahun setelah Yesus lahir di Bethlehem, ada pendeta yang bernama Valentine. Dia tinggal di Roma. Saat itu Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Claudius, yang berambisi membuat angkatan perang yang kuat. Kaisar Claudius memerintahkan orang laki-laki untuk secara sukarela bekerja jadi tentara. Karena disuruh memilih, orang-orang muda menolak jadi sukarelawan tentara. Mereka lebih suka tinggal di rumah, beserta keluarga atau istrinya, dari pada mesti berperang.

Claudius kemudian mengeluarkan dekrit kerajaan yang melarang semua perkawinan. Dia benar-benar melarang perkawinan di kekaisaran Romawi, sehingga dia dijuluki sebagai Claudius Si Kejam.

Pendeta Valentine berpikir dekrit itu tidak manusiawi! Salah satu sukacita dalam pelayannya adalah menikahkan pasangan di gereja. Setelah Kaisar Claudius mengeluarkan dekrit itu, secara diam-diam dan rahasia Valentine tetap melakukan upacara pernikahan di gerejanya. Khotbahnya dilakukan dengan berbisik-bisik, sambil mendengarkan langkah-langkah perajurit yang ada di luar gerejanya yang mungkin mau menangkapnya.

Pada suatu malam, Valentine mendengar langkah perajurit di luar pintu gereja. Pasangan yang sedang dinikahkannya dapat melarikan diri, tetapi pendeta Valentine ditangkap. Dia dimasukkan ke penjara dan dihukum mati. Valentine mencoba untuk tetap bersukacita. Banyak pasangan yang sudah dinikahkannya mengunjungi dia di penjara. Mereka melemparkan bunga dan catatan pada notes, dan dilemparkan ke jendela penjaranya. Mereka ingin agar Valentine tahu bahwa mereka percaya akan hari kasih sayang juga.

Pada suatu hari, anak perempuannya mengunjungi di penjaranya. Anaknya mengunjungi selnya, ayah dan anak bercakap-cakap dan duduk lama di sel penjara. Anaknya percaya bahwa sang ayah melakukan yang benar, dengan tetap melangsungkan pernikahan pasangan-pasangan muda, dengan mengabaikan dekrit kerajaan itu. Valentine kemudian dieksekusi hukuman mati, dia menulis pada anaknya, mengucap terima kasih atas perhatiannya. Dia tanda tangani surat itu dengan kata-kata: “Love from your Valentine.” Dan kata-kata itu menjadi kebiasaan sampai sekarang dituliskan pada saat orang saling menulis surat pada temannya pada Hari Valentine.

Hal itu ditulisnya pada hari dia meninggal, 14 Februari th 269 – hari di mana kita menghormati seorang yang mengasihi Allah dan mengasihi kasih sayang sesama manusia. Sekarang pada setiap tanggal 14 Februari, orang mengingat Saint Valentine, dan hal yang terpenting, mereka memikirkan kasih sayang!

Setiap orang senang akan kasih sayang! Kita ingin dikasihi dan memberikan kasih kita pada orang lain. Problemnya: kasih sayang kita sangat kurang, seperti kita juga banyak kekurangannya. Sering kasih sayang kita itu bersyarat.

Karena kita tidak tinggal dalam kasih Yesus, maka kasih kita itu bersyarat, mestinya kasih kita itu tidak bersyarat (unconditional love).

Yohanes 15:9-10, 12 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.… Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Banyak yang dikatakan Yesus tentang kasih, termasuk pada malam terakhir berkumpul dengan murid-murid-Nya. Kasih berarti sekali untuk Yesus. Kasih yang telah kita terima itu harus disalurkan kepada orang lain dengan jalan mengasihi mereka! Karena kita sudah menerima kasih itu dari Tuhan terlebih dahulu.

Yesus tahu bahwa Dia akan segera meninggalkan dunia ini. Dia ingin menunjukkan pada murid-murid-Nya bahwa Dia sangat mengasihi mereka. Yesus sangat mengasihi kita juga!

Dengan menerima kasih Yesus dan hidup dalam kasih-Nya setiap hari, adalah awal dari pemulihan kita. Kita minta Tuhan juga untuk memulihkan kasih kita pada sesama kita.

Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Kita harus datang mendekat pada Yesus, intim dengan Yesus, agar kasih kita dipulihkan dan kasih-Nya mengalir melalui kita pada sesama kita. Hanya kasih-Nya yang sempurna! Ayat 13 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”

Foto: Anita Saragih - GBI Rayon 1D

Kamis, 11 Februari 2010

Pengantin perempuan Kristus!


Ada berbagai simbul di dalam Alkitab yang melambangkan Gereja. Diantaranya adalah Gereja sebagai pengantin perempuan Kristus yang tidak bercacat cela, yang kudus dan yang gilang gemilang!

Wahyu 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Banyak orang yang tidak mengerti tentang konsep bahwa Gereja sebagai pengantin perempuan Kristus.

Konsep perkawinan antara Allah dan umat-Nya tidak hanya ada di dalam Perjanjian Baru saja, tetapi sejak di Perjanjian Lama juga sudah ada.

Yesaya 54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya;

Hosea 2:19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.

Yesus sendiri bicara tentang diri-Nya sebagai mempelai laki-laki, waktu ditanya mengapa murid-murid-Nya tidak berpuasa sedang murid Yohanes Pembaptis dan murid orang Farisi berpuasa?

Markus 2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.”

Paulus mengatakan bahwa umat Tuhan telah dipertunangkan, yang jadi mempelai perempuan yang akan dikawinkan dengan mempelai laki-laki yaitu Kristus.

2 Korintus 11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Pada akhirnya mempelai perempuan itu akan kawin dengan Yesus.

Wahyu 19:6-8 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Umat-Nya dilambangkan sebagai mempelai perempuan, apakah dia laki-laki atau perempuan. Jangan bingung, karena laki-laki dan perempuan itu hanya menurut perspektif dunia, sedang dalam hubungan dengan Kristus posisi gender itu tidak penting!

Galatia 3:26-28 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah [sons of God] karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

Gereja – umat-Nya - pengantin perempuan dipanggil untuk menjadi seperti Yesus Kristus!

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Kita adalah calon mempelai perempuan, yang dipanggil untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Kita harus intim dengan Dia. Dengarkan Dia, turuti perintah-Nya.

Di Taman Eden, Allah menciptakan mempelai perempuan untuk Adam, pengantin perempuan itu sepadan dengan Adam, menjadi penolong baginya. Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Alkitab melukiskan sesuatu yang paralel dan kontras juga antara Adam dan Yesus.

Dalam 1 Korintus 15:45-49 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Kita semua harus yakin, bahwa seperti Allah sudah menyiapkan mempelai perempuan yang sepadan untuk Adam yang pertama, begitu pula Allah akan menyiapkan mempelai perempuan yang sesuai untuk Yesus, sebagai Adam yang terakhir.

Foto: Jane Mantiri - GBI Rayon 1D