Selasa, 26 Januari 2010

Allah pakai orang-orang biasa!



Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.Kisah4:13-14


Allah dalam melakukan pekerjaan-Nya memakai orang-orang biasa! Tidak harus kita jadi orang Kristen yang eksklusif dulu, atau jadi ’raksasa’ rohani dulu, baru dipakai Tuhan. Kebanyakan orang yang seperti kita yang Tuhan pilih untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya di dunia ini. Dengan disertai karunia supra alami dan diberi kemampuan untuk berhasil.


Petrus dan Yohanes, orang-orang biasa bahkan tidak terpelajar, pencari ikan! Mereka menyembuhkan orang lumpuh, dan ini membuat Imam Besar terheran-heran, karena mereka berpikir hanya orang-orang elit dan sedikit saja yang bisa dipakai Tuhan.


Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.Kisah 22:12-13


Ananias orang biasa, mencelikkan mata Saulus dari Tarsus dari kebutaannya. Apakah Ananias seorang pengkhotbah ternama saat itu, bukan! Dia dipakai Tuhan untuk menguatkan dan menyembuhkan seorang yang akan menjadi rasul besar, Paulus!


Musa penggembala ternak mertuanya, di padang gurun, dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan Mesir!


Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.1 Korintus 1:26-29


Waktu Allah memanggil manusia, Dia cenderung untuk memanggil orang yang tidak terpandang atau orang yang tidak berhikmat, yang hina itu yang dipilih Allah. Biar orang tidak bisa memegahkan diri karena kemampuannya sehingga pelayanannya berhasil. Dengan begitu Allah sendiri akan menerima kemuliaan dan hanya Dia yang patut menerimanya.


Yakobus 5:17-18 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

Elia dikatakan manusia biasa seperti kita, tetapi dia dipakai Tuhan secara luar biasa, bahkan dia dijemput Allah dengan kereta berapi dan kuda berapi waktu dia diangkat ke tempat Allah berada, disaksikan oleh Elisa.


Bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan. Kisah 5:15-16


Di sini Petrus bekas penjala ikan, bayangannya menyembuhkan orang. Pelayanannya luar biasa! Begitu pula orang yang bernama Matius bekas pemungut cukai yang dianggap orang berdosa dan dihindari orang, ternyata dia dipilih untuk menjadi rasul yang perkasa.


Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Lukas 10:21


Kita harus datang kepada Tuhan bukan sebagai orang yang bijak atau pandai, melainkan sebagai ‘anak-anak’. Allah tidak tertarik kepada intelektualita kita. Tapi Dia tersentuh oleh kerendahan hati kita dan hati yang bisa diajar. Orang seperti itu adalah ’anak-anak’ di mata Allah. Allah akan melatih dan memenuhi kita dengan kuasa-Nya kemudian kita dipakai untuk melakukan pekerjaan-Nya.


Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes dan rasul-rasul yang lain, tidak punya gelar kesarjanaan, tidak mempunyai gelar apa pun juga, tapi dipakai Tuhan secara luar biasa! Bukankah Yesus juga tukang kayu!


Tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël: Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. Kisah 2:16-18


Bagaimana kita dapat melayani dengan banyak tanda-tanda heran yang menyertai pelayanan kita?


Jawabannya sederhana. Pelayanan yang disertai tanda-tanda supra alami itu hasil dari pencurahan Roh Kudus di atas manusia-manusianya Tuhan, bukan kepada kelompok elit Kristen, tetapi kepada orang-orang biasa, yang punya hubungan intim dengan Tuhan!





Minggu, 24 Januari 2010

Yesus sekarang masih menyembuhkan!



Alkitab menyatakan bahwa Allah menyembuhkan orang sakit. Anak-Nya sekarang masih menyembuhkan juga. Sakit penyakit dan kelemahan tubuh dapat dengan penuh kuasa-Nya dijamah oleh Tuhan, Penyembuh kita.

Keluaran 15:26 “…. Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau."

Allah kita itu Allah yang menyembuhkan. ‘Jehova Rapha’. Bukan hanya apa yang Dia lakukan, tetapi juga siapa Dia yang sebenarnya. Kita melayani Allah yang menyembuhkan kita!

Matius 4:23 Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

Kita melayani Juruselamat yang menyembuhkan, Yesus Kristus.

Seperti Allah Bapa, Yesus juga menyembuhkan dan melenyapkan kelemahan tubuh kita. Yesus masih menyembuhkan hari ini, karena ”Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Ibrani 13:8. Hati-Nya penuh belas kasihan kepada semua orang. Dia mengajar, berkhotbah, ya! Tetapi Dia juga melenyapkan segala penyakit dan kelemahan orang-orang.

Matius 8:16-17 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

Allah mempunyai pikiran ini, bahwa Yesus yang memikul kelemahan dan menanggung penyakit kita. Hal itu sudah ditulis oleh Yesaya beratus-ratus tahun sebelum Yesus hadir di muka bumi. Karya Yesus tidak hanya terbatas pada keselamatan dari dosa saja, tetapi Yesus juga Penyembuh kita. Sekarang Yesus masih menyembuhkan, sebagaimana 2,000 tahun yang lalu, menggenapai firman nubuatan.

Matius 14:35-36 Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Bagian kita adalah menjamah-Nya agar disembuhkan. Bawa orang sakit kepada Yesus untuk mereka menjamah-Nya, karena barang siapa menjamah-Nya menjadi sembuh!

Mazmur 103:2-3 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Jangan lupa, ini adalah keuntungan kita dari yang diberikan Allah kepada kita. Sama seperti dosa-dosa kita sudah diampuni, begitu pula Tuhan kita, menyembuhkan kita. Kita melayani Allah yang menyembuhkan!

Mazmur 30:3 TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.

Berdoa kepada Allah untuk menyembuhkan yang sakit itu akan membawa hasil.

Yakobus 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Kisah 3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Kesembuhan datang dari iman kepada nama Yesus!

Kisah 9:32-34 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida. Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.

Kesembuhan itu tidak pakai formula tertentu. Petrus hanya berkata: ‘Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau’. Kita melayani Allah yang menyembuhkan. “Aku Tuhan yang menyembuhkanmu”. Kita melayani Juruselamat yang menyembuhkan. Dia tidak berubah, dulu, sekarang dan selamanya! Yesus masih menyembuhkan sekarang.

Menjadi seperti Yesus



Kerinduan Allah yang paling dalam untuk kita adalah kita menjadi seperti Yesus – ada dalam kemuliaan yang abadi. Apa dan bagaimana menjadi seperti Yesus ayat-ayat Kitab Suci dibawah ini akan menerangkan kepada kita:

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12:1-2

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Roma 8:17-18

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Roma 8:28-29

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 2 Korintus 3:18

Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Lukas 9:29-30

Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! Matius 13:43

Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. Daniel 12:3

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Filipi 3:8-14

Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Yakobus 1:4

Berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah. Kolose 4:12

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Efesus 4:11-14

Jadi untuk menjadi seperti Yesus kita harus berubah, tidak sama lagi seperti orang-orang dunia, tapi cara hidup kita harus berubah, supaya kita tahu apa kehendak Allah, yang baik dan yang berkenan kepada-Nya. Ingatlah, bahwa status kita sekarang adalah anak-anak Allah, teman sepewaris dengan Kristus! Kita harus mau menderita di dunia ini, supaya kita juga dipermuliakan bersama Kristus. Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya! Sebab dari semula kita sudah dipilih-Nya untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya yang Tunggal, Yesus! Marilah kita mengarahkan pandangan kita kepada panggilan sorgawi, menjadi seperti Yesus, anggap saja semua yang ada di dunia ini sampah belaka!

Keterangan gambar: Lukisan Akiane Kramarik waktu berumur 8 th. diberi judul: Prince of Peace

Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku


Kita adalah pengikut-pengikut Kristus, yang juga disebut sebagai domba-domba peliharaan-Nya. Dia berfirman: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” --- Yohanes 10:27

Sebagai pengikut yang baik, kita harus mendengarkan Dia berbicara, karena kalau tidak mendengarkan maka kita tersesat dan tidak tahu jalan. Terhadap yang mendengarkan firman-Nya Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."--- Lukas 11:28

Kita yang mendengarkan dan melakukan firman-Nya disebut sebagai saudara-saudara-Nya. Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."---Lukas 8:21

Yesus adalah Firman yang jadi manusia dan tinggal di antara kita, berkarya membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis, mati untuk menebus kita semua dan bangkit dari kematian untuk menjadi Tuhan dan Raja kita.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:1-2, 14

Allah Bapa menegaskan bahwa Yesus, adalah Anak yang berkenan dan telah dipilih-Nya, dan kita diminta untuk mendengarkan Dia. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."---Lukas 9:35. Dengan begitu, kita semua harus datang kepada Yesus, dengan berdiam diri mendengarkan Dia bicara kepada kita, lalu menaati perintah-Nya untuk kita lakukan. Datang – dengarkan – taat.

Kita yang datang kepada-Nya, mendengarkan dan taat melakukan firman-Nya, disebut berbahagia dan diumpamakan seperti orang yang mendirikan rumah di atas dasar yang kokoh, sehingga kalau banjir datang rumah itu tidak akan roboh karena dasarnya kokoh. ”Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya -- Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan --, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."---Lukas 6: 47-49

Ketika Roh itu berhubungan dengan manusia, Roh itu memasuki ke dalam setiap pengalaman manusia, setiap pandangannya, setiap yang dia dengar, setiap perkataan, setiap pikiran, perasan yang manusia punyai dalam hidupnya. Roh memakai pengalaman itu untuk penggambaran dari ajaran-Nya, dan Roh itu tahu setiap bahasa manusia. Roh itu berbicara dengan kasih, baik dan mantap, dengan bahasa yang dapat kita mengerti . Oleh sebab itu, kita mesti mendengarkan suara Roh Kudus, Firman Allah, kemudian menaatinya agar rohani kita mendapat kemajuan.

Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!—Yeremia 7:23

Kasihilah Terang yang ada di hati kita itu, -- Yesus adalah Terang dunia, yang menerangi setiap manusia -- yang akan membimbing kita, sehingga kita tidak lagi mencari-cari manusia untuk mendapatkan bimbingan dan pengajaran. Dengan urapan yang kita terima dari pada-Nya, itulah satu-satu Guru yang cukup untuk kita belajar, dengarkan dan taati, kita tidak memerlukan guru dari manusia mana pun. 1 Yohanes 2:27

Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya!—Yesaya 66:5


Marilah kepada-Ku,… Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku – Matius 11: 28-29


Janganlah kamu serupa dengan dunia ini.


Kita harus menghargai waktu. Waktu kita dihabiskan untuk apa dalam hidup ini.
Selama kita masih mementingkan diri sendiri, kita tidak dapat dikuasai dan dibimbing oleh Tuhan dan Raja kita. Oleh karena itu, kalau kita ingin Yesus menjadi Tuhan dan Raja kita, kita harus mematikan sifat mementingkan diri sendiri serta dosa-dosa kita dengan pertobatan dan kekudusan. Tuhan Yesus memimpin kita ke luar dari dunia, langkah demi langkah, menunjukkan kepada kita apa yang harus kita buang dan mengajar kita bagaimana kita hidup. Hasil akhirnya adalah kekudusan.

Banyak orang berpikir untuk hidup dekat dengan Tuhan, mereka harus bertapa, hidup menyediri di gua bila mungkin, untuk mengkhususkan dirinya buat Tuhan. Sebaliknya tindakan yang demikian justru menghancurkan kemajuan rohani kita. Untuk ke luar dari dunia, kita harus mengatasi semua godaan atau pencobaan dunia ini. Untuk mengatasi pencobaan dan memastikan pertumbuhan rohani kita, Alkitab menuliskan: "Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah".-- 1 Korintus 7:20
"Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan." -- Efesus 4:28

Alkitab menuliskan untuk kita menjauh dari dunia. Kita ada di dunia tetapi kita tidak dari dunia ini.

“Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.” – 1Kor. 7:31

Salib Kristus itu sudah menang atas dunia, dan membimbing kehidupan ini pada kekudusan. Bagi mereka yang memikul salibnya, mereka menerima kuasa Kristus untuk menolak kejahatan dan melakukan yang baik di mata Allah. Mereka dirubah untuk membenci dunia serta mengasihi yang rohani.

Mereka dibimbing untuk tidak cepat marah, serta mengasihi yang menyakiti mereka.

Kita semua perlu diajar oleh Roh Kudus. ”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.” – Yoh. 16:13-14

“Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.” – 1 Yoh. 2:20

“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” – 1 Yoh. 2:27

Dengan demikian yang kita perlu lakukan adalah terus mendengarkan suara Guru Agung kita. Duduk di kaki Tuhan Yesus seperti Maria mendengarkan firman-Nya untuk semua orang yang ingin janji-janji yang tertulis dalam ALkitab digenapi dalam hidupnya.

Berdiam diri, mendengarkan suara Tuhan yang mengajar kepada kita itu pergumulan yang harus kita jalankan. Daging tidak mau berdiam diri, maunya sibuk, mengerjakan ini atau itu, tapi ternyata seperti Maria kita harus memilih yang terbaik untuk hidup kita. Orang dunia menganggap itu buang-buang waktu, karena mereka memakai waktu mereka untuk memuaskan kedagingan mereka. Orang Kristen di akhir zaman ini banyak sekali waktunya dihabiskan untuk nonton TV, apa itu berita, sport atau sinetron. Tidak ada waktu untuk berdiam diri, mendengarkan suara Tuhan. Kita harus keluar dari dunia, dan bersekutu dengan Roh Kudus, Tuhan dan Bapa kita.

Duduk diam, bergumul dengan pikiran kita untuk mendengarkan adalah salib yang harus kita pikul, melawan kemauan insani kita – menolak kemauan daging kita dan menyerah kepada kehendak-Mu yang jadi – ini adalah salib penyangkalan diri yang harus kita pikul. Dengan melakukan hal itu kita mengikut Yesus.

Ada tiga sumber kuasa Allah yang dilepaskan untuk merubah kita:

1. pengharapan yang benar dari Injil

2. pikul salib dari penyangkalan diri

3. kuasa nama Yesus

Selagi kita duduk berdiam diri menunggu dan berharap kepada Tuhan, pikirkan terus nama Yesus. Tidak ada cara lain untuk belajar dari Roh Kudus, kecuali dengan berdiam diri, dengarkan, dan taat. Orang dunia tidak tahu cara ini. Sebab itu Alkitab berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” – Roma 12:2


Gambar: Dubai Lagoon

Belajar intim dari Akiane


Akiane dilahirkan pada tgl. 9 Juli 1994 di Mount Morris, Illinois. Ibunya seorang Lithuania dan ayahnya seorang Amerika, seorang Manager Jurumasak & Makanan, bernama Marcus Kramarik.


Tinggal di Illinois, Missouri, Colorado dan Idaho, dengan pengalaman hidup melarat dan makmur juga. Mengikuti sekolah umum dan privat dan sekarang mengikuti home-school, atau belajar di rumah dengan 4 saudaranya laki-laki. Nama saudaranya adalah Delfini 18 tahun, Jean Lu 16 tahun, Ilia 8 tahun dan Aurelius 2 tahun.

Akiane itu anak ‘prodigy’ yang berarti "anak yang memiliki kemampuan sama dengan orang dewasa yang terlatih pada umur yang masih sangat muda, yaitu di bawah 13 tahun"

Salah satu anak yang diberkati Tuhan dengan talenta luar biasa dalam seni melukis dan puisi, salah satunya ini adalah Akiane Kramarik di mana dia belajar menggambar sendiri pada umur 4 tahun, belajar melukis sendiri pada umur 6 tahun dan telah menghasilkan lukisan dengan kualitas luar biasa pada umur 7 tahun.

Dan yang lebih luar biasa, dia mengenal Tuhan Yesus tidak dari siapapun tetapi Tuhan yang menemui dia sejak 3 tahun dan mengajarinya menggambar dan melukis hingga mamanya yang ateis pun percaya pada Tuhan.

Akiane mengakui sebenarnya dia tidak sepenuhnya belajar sendiri tetapi mendapat bantuan dari Tuhan, dia berkata tentang Tuhan: "Seorang pria yang saya tidak pernah tahu sampai saya berumur 4 tahun dan mendapat penglihatan dari Dia saat tidur. Dia menunjukkan semua galaksi yang indah dan tempat-tempat lain. Saya bertanya pada-Nya siapa Dia dan Dia berkata bahwa saya sudah tahu, tetapi jangan memberitahukan orang lain. Saya tidak memberitahukan siapapun sampai 1 minggu kemudian, tetapi setelah itu saya harus memberitahu mama saya!". Dia mengaku bahwa sebenarnya dia sudah bertemu Tuhan sejak 3 tahun tetapi dia belum mengerti sampai umur 4 tahun.

Mama Akiane sebenarnya tidak tahu apa yang dikatakan anaknya, tetapi bagaimana Akiane begitu yakin dia sudah bertemu dengan Tuhan, sedangkan dia adalah ateis? Tuhan sama sekali tidak pernah dibicarakan dalam rumahnya. Tetapi Akiane kemudian berkata tentang "sesuatu yang hangat, kekuatan yang indah, keberadaan yang sangat luar biasa" yang telah dia lihat, sehingga mamanya mulai menganggapi dengan serius. Akhirnya, setelah beberapa waktu, mamanya menjadi Kristen bersama seluruh keluarganya. Ini merupakan hasil dari kekuatan Akiane yang dapat digambarkan, melalui karya seni dan puisinya di mana dia dapat memperlihatkan Tuhan melalui gambar-gambarnya dan tulisannya. Orang akan dapat memulai untuk melihat Tuhan melalui karyanya. Dia selalu berdoa pada tiap pagi sebelum memulai melukis dan juga membaca Alkitab tiap hari, dia hidup intim dengan Tuhan.

Akiane terus belajar sehingga kemampuan melukisnya meningkat terus dan pada umur 7 dia telah berhasil melukis dengan sempurna dan kemudian Akiane melukis wajah Tuhan Yesus pada umur 8 tahun, lukisan itu dia beri judul "Prince of Peace."

Alasan melukis Yesus pada umur 8 tahun:

"Adalah waktu Tuhan, saya sudah mencari model untuk Tuhan Yesus selama 2 tahun dan saya tidak dapat menemukan wajah yang cocok. Hingga satu hari saya meminta keluargaku untuk berdoa dengan saya tiap hari.
Kita meminta kepada Tuhan untuk mengirimkan model itu datang ke depan pintu rumah kami. Hari berikutnya seorang tukang kayu yang bertubuh tinggi datang. Dia sangat rendah hati, dan saya terkejut karena dia setuju menjadi model bagiku. Tetapi seminggu kemudian dia menelpon balik dan berkata bahwa dia tidak layak untuk menjadi model dan wakil dari Tuannya.

Kami berdoa lagi dan beberapa hari kemudian dia menelpon balik dan memberitahukan bahwa Tuhan ingin dia untuk melakukan hal itu, tetapi dia harus memotong rambut dan janggutnya dalam tiga hari. Lalu kami mengambil beberapa foto dan saya mempelajari wajahnya untuk waktu yang lama. Setelah berlusin-lusin sketsa, saya memulai melukis. Ini membutuhkan waktu 40 jam untuk menyelesaikan lukisan Yesus - 'Raja Damai', dan saya ingat pada saat itu saya kehilangan 4 gigi saya"

Akiane dapat berbicara dalam 4 bahasa yaitu Lithuania, Rusia, Inggris dan bahasa isyarat.


Pada umur 4 tahun dia mengalami transformasi spiritual dan membawa keluarganya kepada Tuhan. Pada umur 7 tahun dia mulai menulis puisi dan aphorisme Puisi-puisinya seringkali datang dari hasil angan-angannya. Inspirasi dari karya seni dan literaturnya datang dari penglihatan (vision), mimpi dan pengamatan kepada manusia, alam dan Tuhan. Dia melukis dari imajinasi, materi referensi dan model. Stylenya: Akianism - gabungan universal dari realisme dan imaginisme. Dia ingin orang lain menemukan harapan pada lukisan-lukisannya. Dia memiliki tujuan yang sama untuk lukisannya: menjadi inspirasi untuk orang lain dan untuk menjadi hadiah untuk Tuhan. Media favorit: acrylic untuk gambar orang seluruhnya dan cat minyak untuk lukisan potret berukuran besar. Dia bangun pada pukul 4 pagi 5-6 hari seminggu untuk bersiap melukis di studio dan menulis, bekerja kurang lebih 4-5 jam tiap hari. Seringkali bekerja lebih dari 100-200 jam pada satu lukisan saja, menghasilkan 8 sampai 20 lukisan setahun. Biasa melakukan sketsa sebelum melukis. Bekerja pada satu lukisan saja dalam satu waktu. Subjek favorit: Manusia dan subjek spiritual. Keinginannya yang terbesar: "semua orang mengasihi Tuhan dan satu sama lain" Tujuan hidup: membagikan kasih kepada Tuhan dan pada semua orang di dunia.


Dari Akiane, kita bisa belajar bahwa Tuhan itu dekat dengan kita dan Tuhan Yesus telah menyatakan kasih dan kuasa-Nya atas manusia melalui diri seorang anak luar biasa ini yang sangat mengasihi Tuhannya. Tuhan itu nyata! Tuhan telah menciptakan galaksi, bumi, manusia dan sorga yang begitu luar biasa di mana Dia ingin kita hidup dalam kasih-Nya dan hidup intim dengan Dia. Tuhan itu nyata dan Tuhan Yesus bukanlah manusia biasa, dia adalah Tuhan bagi Akiane dan Tuhan bagi setiap manusia. Tuhan Yesus adalah wujud Allah yang mengasihi kita, apabila Anda belum mengenal Tuhan Yesus dan belum menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda.


Kalau Anda ingin membuka websitenya : http://www.akiane.com

Satu-satunya jalan ke Sorga


Kita sering mendengar orang berkata: ”Semua jalan menuju Allah.” Bagaimanapun juga, Alkitab mengatakan bahwa kesalahan yang tragis ini membawa berjuta-juta orang ke neraka. Penjelasan yang kontras adalah bahwa hanya ada satu jalan menuju kepada Allah, yaitu melalui Juruselamat, Yesus Kristus.
Mari kita lihat apa yang diajarkan Alkitab tentang satu jalan kepada keselamatan – Yesus Kristus!

Kisah 16:30-31 …."Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."

Paulus ditanya oleh kepala penjara di Filipi: “Apa yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” Jawab Paulus dengan segera: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat.”

Paulus tidak mengatakan banyak jalan menuju keselamatan atau menuju Allah. Dia menunjukkan jalan itu hanya melalui Yesus Kristus.

Yesus sendiri menyatakan kebenaran yang sama dengan mengatakan:

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.

Rasul Petrus juga bersama dengan Yesus dan Rasul Paulus menyatakan bahwa hanya ada satu jalan menuju keselamatan.

Kisah 4:10, 12 [Rasul Petrus berkata]: maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu….. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Keselamatan itu bukan dari perbuatan baik, bukan pada maksud yang baik dan tidak dengan usaha berjerih payah kita. Sedihnya berjuta-juta orang telah jatuh dalam kesalahan dengan mengatakan bahwa perbuatan baik akan membawa mereka ke sorga. Tetapi Alkitab dengan jelas menerangkan bahwa keselamatan dari Allah itu hasil dari kasih karunia Tuhan, bukan dari perbuatan baik kita.

Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Titus 3:5 Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya.

Bapak orang beriman Abraham, Musa, Paulus dan Petrus tidak dapat menyelamatkan kita. Para pahlawan dan pemimpin agama yang lain seperti Buddha maupun Muhammad tidak dapat menyelamatkan kita. Hanya Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah dapat menyelamatkan dan membawa kita kepada Allah.

Efesus 2:17-18 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

Hanya melalui Yesus, dulu kita yang jauh [bangsa yang tidak mengenal Allah = Gentiles] maupun orang Yahudi, dapat datang dan beroleh jalan masuk kepada Bapa di sorga.

1 Korintus 2:1-2 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

1 Korintus 3:11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Banyak orang di dunia ini mencoba untuk meletakkan dasar yang lain dari keselamatan, misalnya dengan perbuatan baik, pergi ke gereja dsb. Ini semua baik untuk dilakukan, tetapi semua itu bukanlah dasar untuk keselamatan. Tidak ada dasar yang lain kecuali Yesus Kristus. Yesus dan hanya Yesus satu-satunya dasar untuk keselamatan kita. Dialah Batu Karang di mana kita bisa berpijak, semua pijakan yang lain itu pasir yang sedang tenggelam.

1 Timotius 2:3-6 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia…..

Paulus menuliskan bahwa hanya ada satu pengantara antara Allah dan manusia, yaitu Anak Allah yang telah datang ke dunia menjadi manusia, Yesus Kristus namanya, satu-satunya pengantara antara manusia yang berdosa dengan Allah yang Mahakudus.

Kalau Yesus adalah satu-satunya jalan kapada Allah, satu-satunya pengantara antara Allah dan manuisa, kita harus punya hubungan yang intim dengan Dia. Dengarkan perintah-Nya, sering duduk di kaki-Nya dengan berdiam diri untuk dapat mendengarkan suara-Nya lalu turuti dan taati perintah-Nya.


Y-e-s-u-s adalah segala-galanya


Hidup di abad 21 ini sangat komplek dan sering kita menjadi stress atau tertekan. Dalam keadaan seperti itu, mudah sekali bagi kita untuk kehilangan pandangan tentang prioritas rohani kita. Sebuah kata kunci yang populer sekarang adalah: ‘Sederhanalah! Sederhanalah!’ Terapkan ini pada kehidupan rohani kita, kita akan menemukan berkat yang luar biasa dalam memfokuskan kembali pada apa yang Alkitab sebutkan dengan sederhana atau ‘kesetian kamu yang sejati kepada Kristus.’

2 Korintus 11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Terjemahan Alkitab dalam King James Version: Sederdanalah di dalam Kristus! Dalam bahasa Indonesia: ‘dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus’.

Hidup di dunia ini ruwet! Ambillah keputusan untuk memilih sederhana saja di dalam Kristus. Apa yang dikatakan Paulus dengan kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus adalah supaya kita mengusahakan focus menempatkan Yesus pada pusat apa yang kita katakan, pikirkan dan perbuat.

Kolose 1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Tanyakan pada diri sendiri, apakah Yesus merupakan pusat hidup kita, lebih utama dalam segala sesuatu? Jujur, susah sekali melakukan hal itu, tetapi kita harus berusaha dan minta tolong Tuhan untuk dapat melakukannya. Kegagalan untuk melakukan hal itu, menyebabkan banyak masalah yang kita hadapi dalam hidup ini.

Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Untuk mendapatkan keselamatan, orang tidak perlu fasih berbicara yang baik, atau bicara yang muluk-muluk. Tetapi orang itu perlu mendengar berita Injil, Kabar Baik, bahwa Yesus telah mati buat menebus dosa-dosa kita, dikuburkan dan bangkit kembali.

1 Korintus 15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan.

Tidak perlu pakai kata-kata yang bagus untuk membawa orang kepada Yesus Kristus. Hanya secara sederhana, katakan pada mereka bahwa Yesus mengasihi mereka, dan rela mati buat mereka untuk mengampuni dosa-dosa mereka, dan Dia bangkit dari kematian.

Kisah 9:33-34 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.

Petrus tidak mengkhotbahi Eneas, dia tidak memberikan konseling tetapi hanya menyatakan: ‘Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau!’ Ini merupakan model kita sekarang, menyaksikan penderitaan orang yang disembuhkan oleh Yesus.

Kisah 10:36, 43-46 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang…. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya." Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.

Kisah 19:13-16 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus." Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

Roh-roh jahat tahu benar siapa Yesus itu, dan mereka ketakutan terhadap Dia. Roh-roh jahat itu tunduk dalam nama Yesus kalau nama itu diucapkan oleh orang beriman. Setan-setan akan lari tunggang langgang kalau diusir dalam nama Tuhan Yesus oleh orang beriman!

2 Korintus 1:20 Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.

Sederhanalah dalam Kristus. Jadikanlah Dia segala-galanya dalam hidup kita, baik dalam pikiran, perkataan maupun dalam tindakan kita. Kita memerlukan kesembuhan? Yesus adalah Penyembuh! Kita minta dipenuhi Roh Kudus? Yesus adalah Pembaptis dengan Roh Kudus! Apakah kita terbeban untuk keselamatan orang yang kita cintai? Katakan kepadanya secara sederhana, bahwa Yesus mengasihi dia dan mati untuk dia, dan bangkit dari kematian-Nya. Minta dilepaskan dari kebiasaan-kebiasaan buruk? Yesus ada di mana kita berada, untuk kita! Bagaimana kita menang atas Iblis? Hiduplah berfokus pada Yesus, usir Iblis dalam kehidupan kita dalam nama Yesus dengan iman.

Hiduplah intim dengan Yesus, Dia segala-galanya bagi kita!


Jumat, 22 Januari 2010

Tuhan Yesus ingin mengajar saudara



Kalau kita tidak berdiam diri untuk mendengar dan menaati suara Tuhan, maka kita tidak akan pernah tahu kebenaran, dan bebas dari dosa yang adalah merupakan keselamatan itu sendiri.

Dan untuk mendapat keselamatan, Alkitab menuliskan: “Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,... hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." Lukas 10:39-42

Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup..Yoh. 6:63

Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Mazmur 32:8

Kristus mengritik pengajar-pengajar Kitab Suci dan para pelajarnya pada saat itu, ketika Dia berkata:

Firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Yohanes 5:38-40

Paulus berkata: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.” Roma 10:8, Ulangan 30:14

Jelas sekali, bahwa yang di hati dan mulut kita itu Roh Allah, Firman Allah. Firman Allah itu Roh: Roh Allah atau Roh Kudus, atau Roh Kristus yang ada di dalam setiap kita, di mana Dia hidup atau menetap di dalam kita.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.Matius 11:28

Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya … ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas batu…. Lukas 6: 47-48

Yesus mengatakan kepada kita bahwa mendengarkan suara Allah itu sangat penting untuk mempunyai Firman yang menetap di dalam kita. Ketika kita mendengar suara-Nya dan memelihara firman-Nya, firman-Nya akan menetap di dalam kita dan menguasai kita.


Bagaimana kita dapat menerima pengajaran-Nya? Kita harus menyediakan waktu, datang kepada-Nya, berdiam diri -- berdiam diri itu tidak membaca, tidak memuji, tidak berbahasa roh -- ada waktunya untuk itu semua. Pada waktu berdiam diri, untuk mengatasi pikiran yang kadang melayang-layang, pikirkan nama Yesus. Ada waktu untuk bicara ada waktu untuk berdiam diri. Pengkhotbah 3:7. Berdiam diri, duduk di kaki Tuhan, dengarkan Dia, seperti Maria, taati perintah-Nya dan lakukan.


2

Mengapa berdiam diri....


Dengan website ini saya mencoba menunjukkan kepada saudara bagaimana diajar dan dirubah oleh Tuhan Yesus secara pribadi. Kristus adalah Terang yang menerangi setiap orang, Yohanes 1:9. Saudara sebenarnya tidak memerlukan seorang manusia pun untuk mengajar saudara, kecuali urapan yang saudara telah terima, 1 Yoh. 2:27. Dengan berdiam diri dan memikirkan nama-Nya, saudara dapat mendengar Dia bicara – saudara dapat mendengar Firman yang hidup dari Allah. Di sinilah saudara belajar, dikuduskan, dan dibimbing oleh Dia dan datang kepada-Nya untuk mengenal Dia.

Dia tinggal di dalam hati saudara, Roh Kebenaran, siap untuk mengajar saudara dan membimbing saudara melalui pertobatan menuju kekudusan dengan kasih karunia-Nya, dan selanjutnya menuju kepada kedatangan Kristus yang kedua untuk mendirikan Kerajaan Allah di dalam kemuliaan di dalam diri saudara dan dengan segala kebenaran-Nya.


Dia ingin mengajar saudara tentang DiriNya dan membimbing saudara (Mazmur 32:8), melalui pertobatan kepada suatu kehidupan yang tanpa dosa sehingga saudara dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga yang datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Kita dapat diajar oleh Allah di dalam hidup ini dengan cara yang relative mudah, atau kita dapat diajar melalui penderitaan oleh Allah pada kehidupan yang akan datang, karena ada tertulis: Mereka semua akan diajar oleh Allah, Yoh. 6:45. Dia berkata: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” Yoh. 14:23. Ini adalah kedatangan Kristus yang kedua kalinya untuk mendirikan Kerajaan-Nya di hati saudara, yang dunia tidak bisa melihatnya. Tetapi saudara ada disana, saudara telah diajar oleh Yesus secara pribadi dan mentaati ajaran-Nya, yang membimbing saudara kepada pertobatan. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Yoh. 15:26. Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu, Yoh. 14:26.

D
aud maupun Paulus belajar dari Roh Kudus. Roh Kudus, Penghibur dan Roh Kebenaran akan mengajari saudara tentang dosa dan kebenaran, membimbing saudara kepada semua kebenaran dan mengajar saudara akan segala sesuatu – bila saudara berdiam diri, mendengarkan, memikirkan nama Yesus, dengarkan dan taat. Di bawah ini adalah janji-janji Tuhan Yesus:

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;… dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang… Yoh. 16:23

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu

Selagi kita berdiam diri dan menunggu di hadirat Allah, Roh Kudus mulai mengajar kita. Kekudusan itu menjadi seperti Kristus, bukan apa yang kita lakukan atau tidak kita lakukan -- bukan serangkaian aturan-aturan. Dengan berhubungan dengan Allah kita belajar apa yang Dia kasihi dan apa yang Dia benci, kemudian kita memilih apa yang Dia kasihi.

Berdiam dirilah, hai segala makhluk, di hadapan TUHAN! -- Zakharia 2:13

Hargailah waktu saudara. Meskipun saudara ada di terminal bus, di airport, atau di tengah kesibukan saudara, saudara dapat menenangkan dan berdiam diri di hati saudara. Dengan demikian saudara dapat berhubungan dengan Dia. Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus diam di hati saudara. Yoh. 14:23, 1 Kor. 3:16